Batagor
Batagor, yang merupakan singkatan dari "Bakso Tahu Goreng", adalah jajanan legendaris asal Bandung yang tercipta sekitar tahun 1968. Menurut sejarah kuliner, kudapan ini berawal dari kreativitas pedagang bakso tahu yang tidak ingin sisa dagangannya terbuang, sehingga ia mencoba menggoreng bakso tahu tersebut agar tetap enak dinikmati. Inovasi sederhana ini ternyata sangat disukai dan berkembang menjadi salah satu kuliner paling ikonik di Indonesia. Berbeda dengan Siomay yang dikukus, Batagor menawarkan sensasi tekstur yang kontras: garing di luar namun tetap kenyal dan juicy di bagian dalam.

Bahan-bahan
- 250 g r Daging Ayam (paha/dada, haluskan/chopper)
- 2 balok Tahu Putih Besar (potong diagonal, keruk sedikit tengahnya)
- 1 bungkus Kulit Pangsit
- 100 ml Air Es
- 1 butir Telur
- 150 g r Tepung Tapioka
- 50 g r Tepung Terigu Protein Sedang
- 50 g r Tepung Beras
- 5 siung Bawang Putih (cincang halus)
- 15 ml Saus Tiram (setara 1 sdm)
- 3 g r Baking Powder (setara ½ sdt)
- 3 g r Garam (setara ½ sdt)
- 3 g r Merica Bubuk (setara ½ sdt)
- 5 g r Penyedap Rasa (setara 1 sdt)
- 1 batang Daun Bawang (iris halus)
Langkah-langkah
Campurkan ayam yang sudah dihaluskan dengan bawang putih cincang, telur, saus tiram, garam, merica, dan penyedap rasa. Aduk hingga bumbu meresap merata ke daging.
Masukkan tepung tapioka, terigu, tepung beras, dan baking powder. Tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga menjadi adonan yang kental dan lengket. Masukkan irisan daun bawang di akhir.
Ambil tahu yang sudah dipotong, beri isian adonan di bagian tengahnya. Jika ada sisa adonan, Anda bisa membentuknya bulat-bulat dengan bantuan dua sendok untuk membuat batagor "siomay" goreng atau memasukannya pada kulit pangsit.
Panaskan minyak dalam jumlah banyak. Goreng batagor dengan api sedang hingga berwarna cokelat keemasan. Pastikan bagian dalamnya matang sempurna dan kulit luarnya garing.
Angkat dan tiriskan. Potong-potong batagor saat akan disajikan, siram dengan bumbu kacang kental, kecap manis, dan sedikit perasan jeruk limau.
Memuat komentar...