Rendang Daging Bengkulu Modif
Bismillah, Berhubung #DiRumahAja membuat tidak bisa bebas membeli lauk matang, jadi membuat rendang adalah solusi agar punya stok lauk yg enak lagi awet (atau tdk awet karena makan melulu?) Rendang Bengkulu yg ana lihat prakteknya langsung mencemplungkan bahan halus mentah ke daging+santan, sangat sederhana, tanpa ribet tumis bumbu halus hingga harum, & tanpa rebus daging dg segala tipsnya, anti ribet, hasil enak & empuk, cuma ngaduknya yg harus telaten. Hanya__yg ana lihat itu masak di wajan besar, pakai kayu bakar. Ana pakai kompor biasa, mikir nanti hasilnya sama gk? Daripada ragu, jadi ana modif sedikit biar yakin hasilnya enak. Alhamdulillah betul enak walau Qadarullah akhirnya jadi abon karena dagingnya alot kebanyakan otot,(lihat background story resep Abon Daging Rendang) bukan karena daging tdk dimasak dulu ya. Setiap ana bikin rendang daging, selalu dagingnya langsung masak, tidak perlu rebus dulu (kalau kata sepuh: direbus dulu nanti sarinya hilang, rasanya sepo/ampas), dan Alhamdulillah hasilnya empuk jika memang pure dagingnya (bagus beli di Swalayan bisa pilih sendiri, harga lebih murah pula, gk pake protes: utk membantu perekonomian rakyat bawah, belilah di pasar tradisional, mau dibantu tp tdk amanah, *Hanya Oknum*, kok oknumnya banyak), halah mbok yo uwis uwis curhat e #keseltingkattinggi#mahaltapialot. Tapi bagus juga, bisa bikin abon sendiri jadinya. Alhamdulillah ala kulli hal. Selasa, 31 Maret 2020

Bahan-bahan
- 1 kg daging cuci bersih
- Bumbu halus:
- Persis bumbu halus rendang ayam (tengok resep)
- 2 butir kapulaga
- 1/4 biji pala (1/2 sdt pala bubuk)
- Bumbu utuh:
- 1 bunga lawang
- Persis bumbu utuh rendang ayam
Langkah-langkah
Masukkan semua bahan jadi 1, api sedang condong kecil, bisa disambi yg lain, sesekali diaduk. Gula garam sesuai selera. Semakin lama, semakin kering, semakin enak, semakin awet penyimpanan (tdk perlu diulang2 menghangatkan jika sudah kering, tp kalau tdk kering, harus dihangatkan, nanti berjamur kalau basah).
Mohon maaf resep lampau baru diterbitkan.
Memuat komentar...